Tarian ini di bawakan oleh para pemuda dan
pemudi yang tidak dalam satu suku. Sebelum dan sesudah menampilakan tari Kejei,
di adakan ritual terlebih dahulu, yaitu pemotongan tebu hitam dan diberikan
“langir” yang telah diberikan mantra oleh seorang sesepuh sebelum memulai
tarian.
Dan ada beberapa mitos yang berkembang tentang
tarian ini, yaitu: penari haruslah remaja dalam keadaan perjaka dan perawan.
Jika ada salah satu dari penari tidak perjaka atau perawan lagi, maka kulintang
sebagai alat music pukul sederhana yang mengiringi tarian tersebut akan pecah.
Saya masih teringat
cerita dari guru kesenian di SMA sekaligus sebagai pelatih penari kami. Pada
saat itu beliau mencoba merubah gerakan tarian daerah tersebut dengan
menambahkan dengan tarian kreasi dan diberi nama tarian Raflesia, tetapi pada
saat penampilannya, salah satu penari wanita mengalami kesurupan, dan akhirnya
meminta tumbal seekor ayah hitam yang dipotong kemudian diletakkan di bukit Kaba.
Bukan hanya itu, beliau
juga pernah mendapatkan pengakuan dari salah satu penarinya. Setelah selesai
tampil menari, dia mengaku tidak merasa melakukan gerakan-gerakan tarian,
tetapi badannya terasa digerakan oleh makhluk halus. Dan ternyata wanita
tersebut melanggar salah satu syarat dalam melakukan tarian ini, yaitu haruslah
dalam keadaan suci.
Dibalik misteri dari
tarian ini, ternyata pada saat ini masih ada perbedaan gerakan tarian dari
setiap kelompok atau sanggar tari. Walau pun pada dasarnya Dinas Kebudayaan dan
Pariwisata Kabupaten Rejang Lebong telah menetapkan gerakan-gerakan yang
terdapat pada tari Kejei ini.
4.
Alat Music Pengiring Tari Kejei
Gong, kulintang, dan
redap merupakan alat music khas tradisional suku Rejang, yang dari jaman dahulu
kala sudah di pakai pada music pengiring tarian sakral dan agung suku Rejang,
yaitu tari kejei dengan keterangan satu buah gong, 5 buah kulintang dan satu
buah redap
Ke-3 alat music
tradisional tersebut sangat penting perannya dalam tarian kejei, oleh sebab itu
sebelum dimulai tariannya, oleh suku Rejang gong, kulintang, dan redap tersebut disaratkan dalam
ritual te mu’un gung klintang.
Adapun music pengiring
tari Kejei yang telah disepakati oleh BMA Rejang Lebong menggunakan salah satu
dari tujuh lagu tarian Kejei atau gabungan dari beberapa lagu rejang yang
disepakati, antara lain:
·
Ombak laut
·
Tupai melompat
·
Siamang balik bukit
·
Percang naik tebing
·
Kumbang mengharap bunga
·
Burung klating
·
Diwo menimbang anak
Tidak ada komentar:
Posting Komentar